Laman

Kamis, 12 April 2012

Tokoh Gerakan Pembaharuan Islam

1

.    Taqiyuddin Ibnu Taimiyah (1263-1350)
a.    Riwayat hidup
Ibnu Taymiyah yang nama lengkapnya Taqiyudin Abdul Abbas bin abdul Halim bin Abdus salam bin Taimiyah Al Harani Al Hanbali lahir pada tanggal 22 januari 1263 Miladiyah di Kota Harran, siria.
            Pada masa hidupnya, ibnu taimiyah menyaksikan serbuan pasukan tartar telah menggilis wilayah islam sejak dari tepi sungai Indus sampai sungai eufrat dan terus bergerak maju menuju syam disatu sisi.
Ketika orang-orang Tartar berkuasa dan menanamkan pengaruhnya dikalangan umat para ulama, fuqaha(ahli fiqih) dan para pengusa, moral  dan kemerosotan umat islampun makin menjadi-jadi dan bahkan jauh lebih hancur ketimbang masa-masa sebelumnya.
b.    Ide Pembaharuanya
Adapun ide-ide pembaharuan Ibnu Taimayah adalan sebagai berikut
Pertama, melakukan kritik dengan cara yang jauh lebih tajam dan ketat deibanding apa yang telah dilakukan oleh imam gazali.
Kedua, menegakkan dalil dan bukti berdasarkan akidah, hukum dan kaidah-kaidah islam dengan sseirama dengan apa yang dilakukan Imam Al Gazali, dan bahkan bila dilihat apa yang dikemukakan Imam Al Gazali benyak sekali mempergunakan istilah-istilah logika.
Ketiga, Ibnu Taimiyah tidak saja menolak segala bentuk taqlid buta, melainkan lebih dari itu.
Keempat, memerangi bid’ah, taqlid, kemajuan berfikir, kesesatan aqidah, dan dekadensi moral.
            Ijtihad dalam islam memegang peran yang sangat besar karena hanya dengan prinsip inilah islam akan selalu menjadi dinamis, hidup dan maju serta tidak akan pernah ketinggalan zaman. Dengan prinsip ijtihad inilah yang memungkinkan perkembangan dan kemajuan yang bersinambungan didalam syari’ah.


2.    Muhammad Ibnu Abdul Wahhab (1703-1787)
a.    Riwayat Hidup
Muhammad Ibnu Abdul Wahhab adalah tokoh gerakan wahhabiyah di Arabiyah (1803-1787) yang mempunyai pengaruh pada pemikiran pembaharuan islamdiabad kesembilan belas. Pemikiran ini dicetuskan muhammad ibnu abdul wahhab untuk memperbaiki kedudukan umat islam timbul bukan sebagai reaksi terhadap suasana politik seperti yang terdapat dikerajaan utsmani dan kerajanan mughal tetapi terhadap paham tauhid yang terdapat dikalangan umat islam waktu itu.
Persoalan tauhid memang merupakan ajaran yang paling dasar dalam umat isalam, dan oelh karean itu tidak mengherankan kalau muhammad ibnu abdul wahhab memusatkan perhatian pada soal ini. Selanjutnya ia berpendapat:
a.       Yang boleh dan harus disembah hanyalah tuhan, dan orang yang menyembah selain tuhan telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh.
b.       Kebanyakan orang islam bukan lagi penganut faham tauhid yang sebenarnya karena mereka meminta pertolongan bukan lagi dari Tuhan, tetapi dari syekh atau wali kekuatan ghaib.
c.       Menyebut nama nabi, syekh atau malaikat sebagai pengantara dalam doa juga merupakan perbuatan syirik.
d.       Meminta syafaat selain dari pada Tuhan.
e.       Bernazar kepada selain Tuhan juga syirik dan sebagainya.
b.    Ide Pembaharuannya
                                             I.            Hanya Al-quran dan Al-Haditslah yang merupakan sumber-sumber asli dari ajaran islam.
                                           II.            Taklid kepada ulama tidak dibenarkan
                                        III.            Pintu ijtihad terbuka dan tidak tertutup.
Ajaran atau Pikiran Muhammad ibnu abdul wahhab yaitu:
1)     Bidang Tauhid:
a.       Menyembah kepada selain Tuhan adalah salah dan siapa yang berbuat demikian dibunuh.
b.       Mencari keampunan Tuhan dengan mengunjungi Kuburab-kuburan orang-orang saleh termasuk musyrik.
c.       Ermasyuk dalam perbuatan syirik memberi pengantar sholat terhadap para nabi, wali, malaikat (seperti syaidina muhammad).
d.       Termasuk kufur mengajarkan memberikan suatu ilmu tidak didasarkan atas al-quran dan as-sunnah atau ilmu yang bersumber kepada pikiran semata.
2)     Bidang Bid’ah yang harus diberantas, yaitu:
a.       Berkumpul bersama-sama dalam maulidin
b.       Wanita mengiringi jenazah
c.       Mengadakan halaqo zdikir
d.       Merokok, minum kopi, memakai sutera bagi laki-laki, berfoto dan memakai cincin.
3.    Jamaludiddin Al-Afgani (1839-1897)
a.    Riwayat Hidup
Jamaluddin Al-Afgani adalahseorang pemimpin pembaharuan yang tempat tinggal dan aktivitasnya berpindah dari satu negara islam kenegara lain. Jamaluddin Al-Afgani lahir di Afganistan pada tahun1893 dan meninggal di Istambul di tahun 1897.
Menurut Jamaluddin Al-Afgani, pemurnian agama islam dengan kembali kepada Al-Quran dan Al-Hadits dalam arti yang sebenarnya, tidaklah mungkin. Ia berkeyakinan bahwa islam sesuai dengan untuk semua bangsa, semua zaman dan semua keadaan.
b.    Ide Pembaharuanya
Melenyapkan pengertian-pengertian salah yang dianut umat pada umumnya, dan kembali kepada ajaran-ajaran dasar islam yang sebenarnya. Hati musti disucikan, budi pekerti luhur dihidupkan kembali, dan demikian pula kesedihan berkorban untuk kepentingan umat. Dengan berpedoman dengan ajaran-ajaran dasar islam, umat islam akan dapat bergerak maju mencapai kemajuan.
4.    Muhammad Abduh
a.    Riwayat Hidup
Syekh Muhammad Abduh lahir pada tahun1849 di Garbiyah Mesir. Pada usia 13 tahun ia telah menghafal Al-quran. Muhammad Abduh menamatkan pendidikannya di Universitas Al-Azhar pada tahun 1876 dengan mendapat izajah Alimiyah. Dalam perkembanganya lebih jauh Syekh Muhammad Abduh dikenal sebagai seorang tokoh ahli tafsir, hukum islam, bahasa arab dan kesusastreaan, logika, ahli ilmu kalam, filsafat dan soal-soal kemasyarakatan (Kamal Pasha dan Darban, 2003:53)
yang menyebabkan kemunduran umat islam , menurut Muhammad Abduh adalah faham jumud yang terdapat dikalangan umat isalm. Kata jumud terkandung keadaan membeku, keadaan statis,, tak ada perubahan. Karena dipengaruhi faham jumhud umat islam tiadak menghendaki perubahan dan tidak mau menerima perubahan, serta senantiasa berpegang teguh dengan tradisi (Nasution, 1990:62).
b.    Ide Pembaharuannya
                                                                      I.            Bidang Ilmu Logika
Meyakini bahwa ilmu logika tergambar hubungan yang dinamis antara pemikiran yang benar dan tingkah laku yang baik. Logika dan pemikiran ilmiah umumnya memerlukan peran moral dan karakter yang tinggi.
                                                                    II.            Bidang Ethics
Dengan rasionalisme yang dikumandangkan Muhammad Abduh, tidak lain dia berharap untuk dapat membebaskan akal manusia dari rutinitas, penyontekan dan stragnasi intelektual seperti  yang terjadi pada generasi-generasi sebelumnya.
                                                                 III.            Pemahaman Sosiologis
Abduh berpendapat bahwa sejarah adalah ilmu kokoh dan aktual, dan ilmu yang tidak bisa dipisah-pisahkan dari studi filsafat. Pendekatanevolutif abduh terbukti jelas dalam bukunya risalah al Tauhid dan penafsiran ayat Al-quran “Kana al Nasu Ummat Wahidah” menurut konsepsinya, manusia dan kemanusiaan secara keseluruhan telah dibiming oleh Allah untuk mengarah menuju terbentuknya suatu pandangan hidup tertentu.


5.    Rasyid Ridla (1865-1935)
a.    Riwayat Hidup
Gerakan salafiyah ini adalah Rasyid Ridla (1865-1935), yang dilahirkan disebuah desa dilebanon. Ia adalah salah satu murid Muhammad Abduh yang paling disayangi dan paling dekat dengan gurunya. Rasyid Ridla mencoba mempertemukan konsepsi sosio politis Jamaluddin Al-Afgani dengan konsep filosofis paedogogis Muhammad bduh. Disatu pihak menitik beratkan pada politis dan di pihak lain menitik beratkan pada aspek pendidikan, khususnya dibidang peningkatan pemikiran filosofis (Ibnu Salimi, dkk, 1998;35).
b.    Ide Pembaharuanya
1.        Paham umat islam tentang agamanya serta tingkah laku mereka banyak yang telah menyeleweng dari ajaran islam yang suci murni.
2.        Agar terwujud persatuan dan kesatuan umat islam janganlah didasarkan pada kesatuan bahasa atau bangsa, tetapi atas dasar kesatuan iman dan islam.
3.        Kaum wanita harus diikut sertakan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
4.      Sebagian paham dan ajaran kaum sufi dianggap memperlemah agama isalam karena mereka memlalaikan tugas kewajibannya diatas dunia.

6.    Ahmad Khan (1817-1898)
a.    Riwayat Hidup
Sayid Ahmad Khan adalah pembaharuan di negeri india setelah Syah Waliyullah. Bahkan dia dikenal dengan tokoh yang mengembangkan dan menyempurnakan lebih jauh ide-ide Waliyullah tokoh ini memulai gerakannya dengan mendirikan perkumpulan-perkumpulan, disebarkan kitab dan surat-surat edaran.
b.    Ide Pembaharuannya
Syaid Ahmad Khan berpendapat bahwa pendidikan satu-satunya jalan bagi umat islam india untuk mencapai kemajuan. Kemajuan tidak akan dicapai melalui jalan politik. Oleh karena itu, ia menganjurkan supaya umat islam india jangan turut campur dalam agitasi politik yang dilancarkan Partai Kongres.

2 komentar: